Aminullah Minta Forum Majelis Ta’lim Sirul Mubtadin Kawal Syariat Islam

Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin diminta untuk ikut mengawal penegakan syariat Islam di Provinsi Aceh khususnya di Kota Banda Aceh.

Permintaan itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman pada pengukuhan Majelis Taklim Sirul Mubtadin Cabang Banda Aceh dan Aceh Besar di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat (16/11/2018) malam.

Wali Kota Aminullah juga mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut baik atas kehadiran Majelis Taklim Sirul Mubtadin di Banda Aceh. “Ini sesuai dengan visi misi pemerintahan kami terutama dalam bidang penguatan agama.”

“Untuk itu, saya berharap seluruh unsur pengurus dan anggotanya dapat bergerak sehingga forum ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Saya yakin Majelis Taklim Sirul Mubtadin akan memiliki peran strategis dalam penegakan syariat Islam di Banda Aceh,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai upaya pembangunan dalam bidang agama terus dilakukan oleh Pemko Banda Aceh. “Salah satunya untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai kota zikir. Gerakan ini sudah kita mulai dari pendopo, masjid raya, hingga ke gampong-gampong.”

“Mohon dukungan maksimal dari kita semua untuk mewujudkan cita-cita mulia ini yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,” kata Aminullah yang juga dewan penasehat Majelis Taklim Sirul Mubtadin Cabang Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ketua Pusat Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin Waled Razali mengatakan sejak terbentuk sembilan tahun lalu di Aceh Utara, forum yang dipimpinnya kini telah memiliki lebih dari 175 ribu jemaah yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Aceh.

Bukan hanya di Aceh, kepengurusan Majelis Taklim Sirul Mubtadin juga telah ada di Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Riau, dan Jakarta. “Bahkan sudah ada di Malaysia dan Norwegia,” akunya.

“Keberadaan majelis kami tidak terkait dengan Parpol apapun, namun terdaftar di pemerintah. Tujuan utama kami ingin menegakkan ahlussunnah wal jamaah dan membendung masyarakat agar tidak terpengaruh dengan aliran sesat,” katanya.

Pengukuhan pengurus Majelis Taklim Sirul Mubtadin Banda Aceh-Aceh Besar periode 2018-2023 malam tadi juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H, zikir dan doa bersama.

Ceramah maulid disampaikan oleh Waled Husaini A Wahab yang juga Wakil Bupati Aceh Besar. Sementara zikir dan doa bersama dipimpin oleh Tgk Asy’ari Ibrahim Pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman Aceh.

Di antara tamu undangan terlihat hadir Ketua Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Tgk Ali Basyah Usman, anggota DPR Aceh Tgk Muharuddin, para ulama dan pimpinan dayah se-Aceh, serta pengurus cabang Majelis Taklim Sirul Mubtadin dari sejumlah daerah. (Jun).

Sumber; humas