Yok Meniru Cara Nabi Menghafal Al-Quran

Al-Quran adalah Kalamullah dan merupakan Kitab suci bagi kita ummat Islam, Al-Quran merupakan Mukjizat terbesar Nabi Muhammad, Saw. Maka sudah tentu Allah Swt, memberikan banyak pahala bagi mereka yang mempelajari dan menghafal Al-Quran.

Metode menghafal Quran dizaman sekarang ini muncul dengan berbagai cara, banyak Dayah, Pesantren bahkan lembaga Tahfidz yang bermunculan di Aceh menerapkan metode cepat menghafal, sehingga banyak muncul para hafidz yang bertebaran di Aceh dan Indonesia secara umum.

Namun kali ini sidara Babun Najah menulis tentang cara Nabi menghafalkan Al-Quran, hal ini nantinya bisa kita terapkan kepada anak didik serta keluarga kita.

Ada berbagai cara untuk menghafal Alquran. Salah satunya adalah dengan menghafal secara bertahap. Satu tahapan atau bagian ini terdiri dari beberapa ayat yang memiliki makna berkaitan.

Intinya, model penghafalan tersebut tidak sekaligus menghafal satu surat. Cara inilah yang juga dilakukan Rasulullah SAW saat menerima wahyu dari malaikat jibril.

Abd al-Rab Nawab al-Din dalam ‘Kayfa Tahfadz Al-Qur’an Al-Kariim’ menjelaskan, Rasulullah SAW saat mendapat wahyu melalui malaikat Jibril berupa firman Allah SWT, terbiasa menerima lima bagian.

Sedangkan untuk para sahabat Nabi SAW, menghafal ayat yang baru turun dan tidak diperkenankan lanjut ke bagian berikutnya sebelum betul-betul menguasai hafalan yang lama.

Cara ini dinilai membantu kalangan anak-anak atau mereka yang masih baru menghafal Alquran. Sebab, cara tersebut membantu memelihara hafalan secara maksimal.

Disarankan juga untuk membagi satu Surat ke dalam beberapa bagian dan menghafalnya berdasarkan jadwal sesuai kemampuan dan kondisi.

Misalnya, seorang Muslim yang ingin menghafal Al-Kahfi, maka dia membaginya dengan empat bagian atau lima bagian. Pembagian ini tentu saja harus sesuai dengan ayat-ayat yang maknanya masih berkaitan.

Untuk memperkuat hafalan, maka sebaiknya seorang Muslim disarankan untuk mengulang-ulang setiap bagian sebanyak lima kali atau lebih, agar kata tersebut lekat di dalam pikirannya. Setelah itu barulah berlanjut ke bagian kedua dan seterusnya. 

Hal tersebut untuk membantu menghubungkan bagian-bagian yang dihafal itu menjadi satu. Kendala yang mungkin terjadi yaitu setiap bagian dihafal di waktu yang berbeda.

Karena itu, perlu mengulang kembali satu bagian tersebut di waktu yang berbeda sebagai cara untuk mengulang hafalan. Dengan demikian, orang tersebut akan mampu melafalkan semua bagian-bagian yang dihafal.