Wali Kota Salurkan Bantuan Sembako Fatih Bilingual School

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyalurkan bantuan berupa sembako dari Fatih Bilingual School (Putri), Selasa 19 Mei 2020 di halaman Pendopo wali kota, kawasan Blang Padang.

Bantuan sosial dan paket iftar Ramadan 1441 H itu diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Aminullah didampingi sang istri, Nurmiaty AR,  Ketua Yayasan Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School, Surahman Siraid, General Manager Fatih, Mustafa Chakalle Owlo, Kepsek Fatih, Azhar Annas, Kadis Sosial kota, Rizal Junaedi dan Camat Baiturrahman, M Rizal kepada para penerima terdampak banjir, panti asuhan, para penyandang disabilitas dan untuk anak yatim di tiga gampong di Banda Aceh.

Jumlah paket sembako yang dibagikan ini sebanyak 350 paket. Sedangkan 500 takjil juga akan dibagikan pada esok harinya (20/5) oleh Ketua PKK, Hj Nurmiaty AR beserta tim dan bersama pemuda Generasi Gemilang Anti Narkoba (GERGANA) Banda Aceh.

Wali kota dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Fatih yang telah bekerja sama dalam hal kepedulian terhadap warga Banda Aceh.

“Kami atas nama Pemko dan warga Banda Aceh menyampaikan terima kasih atas bantuan ini. Semoga Fatih semakin maju dan seluruh unsur manajemen mendapatkan balasan dari yang Maha Kuasa,” kata Aminullah.

Fatih sendiri sudah tidak asing lagi di kalangan warga Banda Aceh. Sekolah Fatih telah banyak berkontribusi dalam kemajuan pendidikan di ibukota Provinsi Aceh ini, sebutnya.

“Kita patut bersyukur karena banyak sekali bantuan yang datang, ini adalah buah kebersamaan dan perhatian bagi kita bersama,” ujarnya.

Kepsek Fatih Bilingual School, M Azhar Annas mengatakan, pihaknya selalu mengadakan kegiatan sosial pada bulan Ramadan, baik itu oleh sekolah maupun dari alumni.

“Di Fatih, kami membentuk karakter mereka (siswa-siswi) untuk menjadi pribadi yang peduli sesama,” ujarnya.

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada wali kota. “Terima kasih Pemko Banda Aceh yang telah memfasilitasi acara sosial ini.”

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), M Nur Abdullah, mewakili disabilitas lainnya menyatakan sangat bersyukur atas uluran tangan tersebut.

“Terima kasih kepada Wali Kota dan pihak sekolah Fatih. Dikala suana seperti ini, kami merasa sangat kesulitan mencari nafkah, nasib kami cukup pedih. Apalagi di tengah pandemi terkena musibah banjir lagi,” kata M Nur.

Ia menyebutkan, 90 persen dari mereka bekerja sebagai juru pijat di Kutaraja. Dengan aturan jaga jarak satu meter yang diimbau pemerintah dalam hal pencegahan Covid-19, maka mereka sangat khawatir tidak dapat bekerja sementara waktu.

“Bantuan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik mungkin, terutama untuk kebutuhan sehari-hari bersama keluarga. Sekali lagi terima kasih,” ungkapnya.(riz)

Sumber: humas