
Banda Aceh-Rapat Kerja Pengurus dilaksanakan di Dayah Mini Aceh Alue Naga Kota Banda Aceh pada tanggal 18 Januari 2021 hari minggu jam 09.00 s.d. selesai, dihadiri seluruh guru dan pengurus. Awal tahun pelajaran baru tinggal beberapa bulan lagi, Dayah sebagai lembaga pendidikan perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyongsong awal tahun pelajaran salah satunya mempersiapkan program kerja dayah kedepan. Perlunya musyawarah program kerja Dayah sebagai bahan acuan pengembangan Dayah kearah yang lebih baik. Selain itu, musyawarah kali ini juga mengevaluasi program tahun lalu dan pembuatan program satu tahun kedepan yang akan dilaksanakan oleh tiap-tiap bagian. Dayah menekankan perlunya peningkatan konsolidasi dan koordinasi antar bagian, selain itu juga memantapkan visi Dayah Mini dengan selogan Dayah Tradisional Dengan System Modern 2021.
Adapun hasil dari pada rapat kerja tersebut mulai diterapkan dan berlaku pada esok harinya dimana setelah musyawarah itu selesai. Kemudian dari pada itu, adapun hasil dari pada raker tersebut ialah mencakup hal-hal yang berkaitan dengan kurukuum terintegrasi ( Timur Tengah & Dayah Tradisional ). Hal ini diterapkan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menuntut ilmu dan mewujudkan Dayah Mini Aceh yang modern namun tetap mempertahankan ciri khas ke klasikannya.
Berikut adalah program yang dihasilkan daripada Musyawarah Rapat kerja Tersebut.
TINGKAT DAN MASA PENDIDIKAN
Dayah Mini fokus pada” mencetak kader Ulama atau generasi baru muslim yang bertaqwa dan terdidik untuk mengemban amanah dakwah Islamiyah dalam lingkup kehidupan bermasyarakat dan bernegara’. Untuk itu, dengan model pendidikan berbasis Salafy jenjang dan masa pendidikan yang di tempuh meliputi:
- Pendidikan Dayah Salafi 6 (enam) tahun terdiri dari:
- I’dad Salafi (IS) (1 Tahun)
- Madrasah Salafiyyah Wustha / Setingkat MTS (2 Tahun)
- I’dad Muallimin (IM) Setingkat Aliyah (3 Tahun)
- Pendidikan Tahfidz Al-Qur’an Tastafi 3 (Tiga) tahun
PROGRAM UNGGULAN PENDIDIKAN
- PENDIDIKAN DAYAH:
- PERSIAPAN BAHASA & PELATIHAN CEPAT MEMBACA KITAB KUNING :I’DAD SALAFY (IS):
- Pelatihan cara cepat membaca kitab Turats (kuning / gundul)
- Penguatan bahasa Arab
- Penguasaan bacaan Al-Qur’an dengan fasih dan murattal tilawah
- Tahfidz Qur’an (Target 1 tahun hafal Juz Amma).
- KAJIAN KITAB TURATS / KUNING
- MADRASAH SALAFIYYAH WUSTHA:
- Perdalaman Ilmu Alat dan Ilmu Agama dalam berbagai disiplin Ilmu Syar’i.
- Tahfidz Qur’an (Target 2 tahun hafal 2 Juz)
- Tahfidz Hadits (Target 2 tahun hafal 200 hadits pilihan)
- I’DAD MUALLIMIN
- Perluasan Ilmu Alat dan Ilmu Agama dalam berbagai disiplin Ilmu Syar’i.
- Tahfidz Qur’an (Target 3 tahun hafal 2 Juz)
- Tahfidz Hadits (Target 2 tahun hafal 300 hadits pilihan)
- Penguasaan Fiqih 4 Mazhab praktis
- Praktek ilmu falaq (arah kiblat, jadwal shalat dan imsakiyah)
- Praktek teknologi Informasi
- Pembekalan cara penulisan karya ilmiah, buku dan kitab.
- PENDIDIKAN TAHFIDZ TASTAFI (3 TAHUN)
- Tahun Pertama : Tahfidz Qur’an + Pendidikan Bahasa Arab
- Tahun Kedua : Tahfidz Qur’an + Pendidikan kitab Kuning (Studi Islam: Tauhid -Tasawuf -Fiqih-Hadits- Tafsir Ahkam)
- Tahun Ketiga : Tahfidz Qur’an + Pendidikan kitab Kuning (Metode Studi Islam: Ushul Fiqih – Ilmu Hadis – Ulumul Qur’an – Sirah) + pendidikan Teknologi Informasi.
Bagi santri yang mampu menyelesaikan hafalan 30 juz kurang dari 2 tahun, bisa langsung diwisudakan.
- PENDIDIKAN KARAKTER: Pendidikan leadershipBimbingan berorganisasi, Pencak silat, pramuka PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI:
- Teknologi informasi dan komunikasi
- Metode penulisan karya ilmiah, buku/kitab
- Praktek ilmu falaq (arah kiblat, jadwal shalat dan imsakiyah)
TARGET PENDIDIKAN
- Bisa cepat baca kitab kuning 1 tahun
- Bisa bahasa Arab lisan dan tulisan 1 tahun
- Penguasaan bacaan al-Qur’an dengan fasih dan murattal tilawah
- Hafal al-Qur’an, hadits
- Beraqidah yang lurus dan memiliki cara beragama yang benar
- Berakhlak yang terpuji.
- Membentuk karakter islami
- Menguasai fiqih ibadah dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Mandiri dan jauh dari pergaulan bebas dan narkoba
- Menghasilkan lulusan yang memiliki bekal ilmu agama yang mumpuni serta mampu mengajarkan, mendakwakannya, menulis ilmu dan mengakses teknologi informasi
- Siap melanjutkan ke jenjang universitas dalam maupun luar negeri.
KURIKULUM INTERGRASI
(KURIKULUM TIMUR TENGAH & DAYAH TRADISIONAL)
Menggabungkan kurikulum Timur Tengah dan kurikulum Dayah Tradisional bermanhaj Salafi. Penyusunan dilakukan secara terencana dan terukur sesuai dengan kebutuhan dan tantangan kedepan dan mengikuti perkembangan teknologi pengajaran terutama menyangkut kepentingan umat, tuntutan pembangunan bangsa dan tantangan perubahan zaman masyarakat kedepan. Hal ini mengacu satu kaidah: (المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح) menjaga tradisi dan mengembangkan inovasi.
Dengan pola mensinergi pendidikan Kurikulum Timur Tengah, Kedayahaan / kepesantrenan, Tahfidz Al-Qur’an Tastafi dan pendidikan karakter yang bercita-cita menjadikan para santri menjadi pribadi yang unggul dan multi talenta.
PELAJARAN INTERGRASI
- PELAJARAN DINIYAH:
- Al-Qur’an (Tahfidz, Tahsin , Tafsir Ayatul Ahkam, Ulumul Qur’an),
- Hadits (Hadits Ahkam, Musthalahul Hadits)
- Ilmu Ma’rifah (Aqidah, Tarekat),
- Ilmu Syariat (Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih, Qawaid fiqhiyah, Fiqih Muqaran),
- Manajemen Qalbu (Akhlak & Tasawwuf),
- Sirah, Tarikh Tasyrik, Manhaj, Ilmu Falaq, Mantiq,
- Ilmu bahasa Arab (Seni bahasa Arab Nahwu, Sharaf, Balaghah)
- Imlak baca tulis Arab-melayu.
- PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI:
- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
- Metode penulisan karya ilmiah, buku/kitab
- Ilmu falaq dan Praktek (arah kiblat, jadwal shalat dan imsakiyah)
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER:
- Thibbun Nabawi (Pengobatan Cara Nabi),
- Latihan Pidato,
- Memanah,
- Seni Baca Al-Qur’an,
- Kaligrafi,
- Hadrah,
- Berzanji,
- Tata boga (Santriwati),
- Menjahit (Santriwati),
- Pembekalan MTQ,
- Studi Stour.
METODE PEMBELAJARAN
- TARBIYAH I’DADIYAH SALAFIYAH
Untuk Tingkat I’dad Salafy (Persiapan bahasa dan cepat baca kitab kuning) ditempuh selama 1 tahun (100 hari) dengan menitikberatkan pada pendalaman kebahasaan. Pelajaran yang dikaji meliputi:
- Al-Qur’an Tajwid
- al-Miftah lil-Ulum
- Imla’/ menulis Arab – Melayu
- Tasrif
- Matan taqrib
- Fathul qarib.
- Bahasa Arab
- Sirah Nabi
Program I’dad Salafy ini adalah program baca kitab cepat dengan model pembelajaran klasikal, al-Miftah lil-Ulum, sebagai persiapan bagi santri-santri usia dini. I’dad ini menggunakan sistem modul perjilid dengan satu pembimbing untuk maksimal 15 murid. Dengan metode ini, santri usia dini yang belum bisa membaca kitab dalam waktu satu tahun diharapkan sudah mampu membaca kitab Fathul-Qarîb dengan baik.
- MADRASAH SALAFIYAH WUSTHA DAN I’DAD MUALLIMIN (KAJIAN SALAF)
Untuk mempelajari kitab kuning / kajian salaf, Dayah mini menerapkan metode diskusi (munadzarah), metode evaluasi, dan metode hafalan.
Metode wetonan atau bandongan
Metode pembelajaran ini biasanya berlangsung satu jalur (monolog), yakni guru membacakan, menterjemahkan, dan kadang-kadang memberi komentar, sedangkan santri atau anak didik mendengarkan dengan penuh perhatian sambil mencatat makna harfiahnya dan memberikan simbol-simbol i‘rab (kedudukan kata dalam struktur kalimat)-nya.
Metode sorogan
Metode sorogan adalah pengajian yang merupakan permintaan dari seorang atau beberapa orang santri kepada kyainya untuk diajari kitab tertentu. Pengajian sorogan biasanya hanya diberikan kepada santri-santri yang cukup maju, khususnya yang berminat hendak menjadi guru. Metode sorogan ialah seorang murid mendatangi guru yang akan membacakan beberapa baris Al Qur‘an atau kitab-kitab bahasa Arab dan menerjemahkan kata demi kata ke dalam bahasa tertentu yang pada gilirannya murid mengulangi dan menerjemahkan kata perkata sepersis mungkin seperti yang dilakukan gurunya
Metode diskusi (munadzarah)
Metode diskusi dapat diartikan sebagai jalan untuk memecahkan suatu permasalahan yang memerlukan beberapa jawaban alternatif yang dapat mendekati kebenaran dalam proses belajar mengajar. Di dalam forum munadharah ini, para murid biasanya mulai santri pada jenjang menengah, membahas atau mendiskusikan suatu kasus dalam kehidupan masyarakat sehari-hari untuk kemudian dicari pemecahannya secara fiqh (yurisprudensi Islam). Dan pada dasarnya para santri tidak hanya belajar memecahkan suatu permasalahan hukum tapi juga mereka belajar berdemokrasi dengan menghargai pendapat berbeda asal ada dalil yang kuat.
Metode hafalan
Suatu teknik yang digunakan oleh seorang pendidik dengan menyerukan anak didiknya untuk menghafalkan sejumlah kata-kata (mufradat), atau kalimat-kalimat maupun kaidah-kaidah. Tujuan teknik ini adalah agar anak didik mampu mengingat pelajaran yang diketahui serta melatih daya kognisi, ingataan dan fantasinya. Hafalan juga bisa diartikan kegiatan belajar santri dengan cara menghafal suatu teks tertentu di bawah bimbingan dan pengawasan kyai atau ustadz.