Aminullah Tidak Pernah Intervensi Haizir

Semua Jajaran Bank Aceh Dekat dengan Aminullah

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H Aminullah SE Ak MM mengatakan dirinya tidak pernah mengintervensi Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah (BAS), Haizir Sulaiman.

Hal itu dikatakannya menanggapi isu polemik yang terjadi di internal BAS dengan para pemegang saham.

Aminullah selaku pemegang saham, menyebutkan, seluruh nasabah dan keluarga besar Bank Aceh tidak memiliki hubungan istimewa, “tetap seperti dulu, sejak masa gubernur-gubernur sebelumnya kita akrab sebagai keluarga,” kata Aminullah, Senin 8 Juni 2020, di Pendopo.

Begitu pula dengan Haizir, selaku insani perbankan keduanya profesional dalam berkerja dan tetap akrab satu sama lain.

Nama Aminullah sudah sangat tak asing di kalangan jajaran Bank Aceh. Sosok yang kerab disapa Pak Amin ini punya peran penting dalam sejarah perjalanan Bank Aceh, dimana pada masanya memimpin Aminullah berhasil membawa Bank ini beranjak dari keterpurukan yang kala itu beraset 600 Miliar sehingga menjadi 13 Triliun.

Termasuk Haizir, serta para pejabat di Bank Aceh saat ini merupakan para jajaran dimasa Aminullah menjabat, ungkapnya.

Di mata Aminullah, seorang Haizir merupakan sosok yang tepat memimpin BAS saat ini. Katanya, kemampuannya mengelola Bank tak diragukan, “punya integritas sangat baik dan konsisten, serta senior di Bank Aceh.”

Terkait penggantian Haizir dari tampuk kekuasaan tertinggi di BAS saat ini, Aminullah menilai hal tersebut merupakan fitnah yang sengaja dilayangkan pada mantan anggotanya. Pasalnya, mengganti seorang pejabat kelas satu ini hanya bisa dilakukan jika posisinya sangat krusial.

“Dirut bisa diganti karena tidak berprestasi dan ada berbuat kesalahan fatal di Bank, atau tidak lulus fit and proper test. Jadi isu yang beredar saat itu hanya fitnah dan hanya alasan yang tidak populer,” kata mantan dirut Bank Aceh periode 2000 – 2010 ini.

Aminullah pun mengharapkan jika ada kekurangan pada pimpinan BAS saat ini, hal itu bisa dirujuk dengan baik.a

“Kalau ada yang kurang kita bina yang bersangkutan, karena bukan mudah mencari pimpinan Bank yang amanah,” kata Aminullah.