Kadisdik Dayah Kunjungi Santri Yatim Di Dayah Perbatasan

Aceh Singkil- Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH dalam kunjungannya dari tanggal 16 hingga 19 November 2022 ke Dayah Perbatasan Aceh berkesempatan bertemu dan bertatap muka dengan para Santri Yatim yang mondok di sejumlah Dayah Perbatasan Aceh.

Para santri yatim yang ditemuinya berasal dari 3 Dayah Perbatasan Aceh yaitu Dayah Darul Amin Aceh Tenggara, Dayah Safinatussalamah Aceh Singkil dan Dayah Minhanjussalam Subulussalam.

Pada kesempatan itu, Zahrol memotivasi para santri untuk terus semangat dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Semua kebutuhan para santri sama diberikan seperti para santri yang lainnya. Tidak ada perbedaan sama sekali, untuk itu Zahrol menyampaikan jika ada keluhan yang ingin disampaikan maka jangan ragu Untuk melapor kepada pimpinan dayah, pesannya.

Selain itu, Zahrol juga menegaskan agar para santri yatim ini diperhatikan dengan baik kondisi nya, sehingga mereka merasa nyaman di dayah. Kita inginkan mereka-mereka ini sukses dikemudian hari. Jangan sampai ada anak yatim yang gagal mondok, harapnya kepada Rais ‘Am Dayah Perbatasan

Dalam pertemuan dengan para santri yatim itu, Zahrol membuka ruang dialog dengan para santri dengan menanyakan keluh kesah selama mondok di dayah. Selain itu juga menanyakan keinginan mereka seperti apa dan lain sebagainya.

Zahrol menerangkan bahwa interaksi ini perlu sekali dilakukan agar mereka merasa diperhatikan. Status mereka sebagai anak yatim tidak boleh menyurutkan semangat mereka dalam menuntut ilmu. Maka sudah tugas kita bersama menjaga dengan baik semangat mereka. Karena jika pun kita abaikan, maka kita akan berdosa, ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Dayah UPTD Dayah Perbatasan dan MUQ Pagar Air Martunis SE M.Si mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 292 orang santri yatim di Dayah Perbatasan Aceh. Dengan rincian 87 orang di Dayah Minhajussalam Subulussalam, 66 orang di Dayah Darul Amin Aceh Tenggara, 67 orang di Dayah Safinatussalamah Aceh Singkil dan 72 orang di Dayah Manarul Islam Aceh Tamiang.

Anak Yatim tersebut setiap saat kita pantau perkembangannya, baik pertumbuhan karakternya maupun prestasinya melalui laporan bulanan dan monitoring secara berkala dan terakhir evaluasi seperti yang sedang kita lakukan bersama Bapak Kepala Dinas hari ini untuk perbaikan di masa yang akan datang.

“Kehadiran Bapak Kepala Dinas bersama Kepala UPTD pengelolaan Pendidikan Dayah Perbatasan dan MUQ Pagar Air Sufriyadi, ST ditengah tengah anak yatim diharapkan anak yatim tersebut termotivasi dan bisa menyelesaikan pendidikannya sampai ke tingkat 6 di dayah perbatasan.”

Bahkan kita harapkan lebih banyak lagi yang berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi, minimal menjadi ustad dan ustazah di dayah tersebut seperti beberapa senior mereka di Dayah Darul Amin, ujar Martunis (Red)