Disdik Dayah Aceh Gelar Rakor Pengembangan Dayah

Banda Aceh-Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Aceh kembali menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Dayah Tahun 2022 yang di ikuti oleh Kepala Dinas Dayahdan Pejabat Eselon III/IV yang membidangi Dayah Kabupaten/Kota Se Aceh.

Kegiatan di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Senin (21/11/2022) ini, merupakan agenda rutin yang membahas mengenai rencana kerja dan kebijakan pengembangan dayah ke depan. 

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH  menjelaskan acara ini akan berlangsung selama 2 hari dan di ikuti oleh 76 peserta dari kabupaten/kota dan Para Pejabat Struktural Disdik Dayah Aceh. 

Untuk narasumbernya sendiri akan mengundang dari Komisi VI DPR Aceh, Bappeda Aceh, Dinas Kominsa Aceh, Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) dan dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh sendiri. 

Dalam laporannya, kegiatan Rakor ini terlaksana untuk dapat menjaring saran serta masukan dari berbagai pihak untuk kebaikan dayah. Dalam Rencana Pembangunan Aceh (RPA), khusus Disdik Dayah terfokus pada 2 hal.

Yaitu bagaimana setiap dayah melahirkan kader-kader ulama muda dan membuat program-program untuk upaya mewujudkan Kemandirian Dayah.

Selain itu, kita juga akan membahas mengenai aplikasi e-datuda ( data tunggal dayah Aceh) yang memudahkan setiap orang untuk dapat mengakses informasi dayah melalui jaringan internet.

"Digitalisasi data adalah hal yang urgent untuk saat ini. Di era disinformasi saat ini kita perlu hal-hal yang mudah untuk dapat kita akses," jelas Zahrol. 

Mewakili Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Asisten I Sekda Aceh M Jafar SH M.Hum yang membuka acara Rakor menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Dayah sebagai SKPA yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melakukan pembinaan dalam rangka penyelenggaraan pendidikan pada dayah/ pesantren di Aceh.

Diharapkan mampu menghasilkan program yang terbaik, serta dapat terus mengawal jalannya program tersebut, demi terwujudnya pendidikan dayah Aceh yang terbaik dan berkualitas. 

Namun perlu dipahami, dalam membangun pendidikan dayah tentu juga membutuhkan keterlibatan berbagai stakeholder yang terkait, sehingga upaya yang dilakukan bisa ditempuh secara komprehensif dan menghadirkan solusi yang lebih tepat sasaran, ujar M Jakfar.

Kami berharap dalam Rapat Koordinasi Perencanaan Terpadu Pengembangan Dayah Tahun Anggaran 2022 ini, bahwa dari pertemuan ini nantinya, yang juga sebagai ajang evaluasi, akan dirumuskan strategi sebagai solusi dalam menjawab berbagai tantangan pengembangan dayah di Aceh ke depan.

"Serta dapat membuahkan konsep- konsep cemerlang untuk meningkatkan sistem pendidikan dayah yang lebih bermutu sehingga melahirkan lulusan berkualitas," jelasnya. 

Terakhir, Pj Gubernur dalam sambutannya menyampaikan agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian rakor ini dengan sebaik-baiknya, dan berhubung peserta rapat ini berasal dari kab/kota yang berbeda.

Maka kami mengharapkan selama mengikuti rapat koordinasi ini supaya mampu menjalin keakraban dan juga dapat mewujudkan sebuah team work yang kompak dan kuat.

Sehingga rapat koordinasi perencanaan terpadu pengembangan dayah ini berjalan lancar sesuai dengan yang kita harapkan, pungkasnya. (NZ)