Upaya Bersama Satuan Pendidikan Dalam Akreditasi

Oleh Syafaruddin, S.Pd. M.Ed*

Visitasi akreditasi sekolah sudah dilaksanakan oleh para asesor yang ditugaskan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) dari bulan Juli 2021 sampai dengan bulan September 2021 sebanyak 4 tahap. Sekolah yang diakreditasi pada tahun ini di propinsi Aceh pada 23 kabupaten/kota sebanyak 240 yang terdiri dari jenjang SD/MI, SMP/MTs. SMA/MA, dan SMK/MAK yang berstatus sekolah negeri dan swasta.

Hasil yang diperoleh dari visitasi akreditasi tersebut yang baru saja diumumkan oleh BAN S/M menunjukan bahwa ada 199 sekolah atau 83% yang terakreditasi dengan nilai A, B, dan C yang berhasil mencapai standar berdasarkan instrumen akreditasi 2020. Sementara, sekolah yang tidak terakreditasi sebanyak 41 atau 17% yang belum mencapai standar yang sudash ditetapkan.

Tanpa harus menyalahkan pihak manapun, dan melihat dari berbagai sudut pandang untuk menyukseskan sebuah sekolah bisa mencapai tingkat terakreditasi, terdapat pihak-pihak yang harus terlibat untuk bekerjasam sama dengan pihak sekolah, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tingkat kabupaten yang menaungi sekolah-sekolah di kabupatennya. Tugasnya adalah memberikan penguatan akan pentingnya akreditasi sekolah untuk menunjukkan hasil kinerja yang sudah dilakukan oleh sekolah selama ini. Kemudian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga harus terus menerus memberikan bimbingan kepada sekolah melalui pengawas sekolah untuk membimbing sekolah sasaran akreditasi tersebut. Dengan adanya bantuan pengawas sekolah yang mengarahkan apa yang harus dilengkapi dan dilakukan untuk memenuhi standar akreditasi tersebut, Sekolah dapat dengan mudah terfokus pada apa yang harus dikerjakan. Pengawas sekolah melakukan pembinaan secara terjadwal dengan memberikan peterpenuhi.

Sementra itu, dari pihak sekolah, kepala sekolah sebagai pimpinan harus dapat mengarahkan warga sekolah untuk dapat melaksanakan tugas yang sudah seharusnya mereka laksanakan dengan membentuk tim pengembang sekolah dan memberikan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kemudian, kepala sekolah juga harus memberikan motivasi baik materil maupun immateril kepada warga sekolah, terutama guru untuk membantu meningkatkan kualitas sekolah melalui pemenuhan dokumen dan menunjukkan hasil kerja dengan memberikan pelayanan prima kepada peserta didik. Guru serta tenaga kependidikan lainnya juga harus terlibat dalam kegiatan sekolah ini secara penuh terutama peningakatan kegiatan belajar mengajar dan pemenuhan administrasi sekolah.

Pihak sekolah harus melakukan perencanaan sekolah yang baik, melaksanakan kegiatannya sesuai dengan program sekolah yang sudah dirancang bersama, kemudian merefleksikan hasil kerja serta mengevalusinya secara obejektif. Akhirnya, sekolah dapat menghasilkan output atau lulusan yang berkompeten sesuai dengan usia dan jenjang pendidikannya. Peserta didik memiliki karakter baik, prestasi luar biasa, dan masyarakatpun akan merasa puas dengan lulusan dari sekolah tersebut.

Mayarakat sebagai unsur terdekat dengan sekolah juga harus dilibatkan secara serius. Peran masyarakat sebagai pengamat baik di luar dan dalam sekolah akan membuat sekolah menjadi terus diawasi sehingga sekolah terus memperbaiki apa yang seharusnyan diperbaiki, melengkapi apa yang masih kurang, dan memberikan dukungan baik materil maupun spiritual kepada sekolah agar terus bekerja semaksimal mungkin.

Dengan adanya kerjasama yang baik dari atas terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan para guru serta tenaga kependidikan lainnya yang dibantu oleh masyarakat, sekolah akan terus berbenah diri untuk meningatkan kualitas sekolah secara menyeluruh setiap tahunnya menjadi lebih baik.

A good school will produce a good output.

Penulis adalah Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia Kabupaten Aceh Timur